Ming. Nov 30th, 2025

Meluap, Kali Gondang Terjang Dukuh Bayur

Rabu (12/11) dini hari, ratusan warga Dukuh Bayur, Desa Bojong, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, terbangun panik ketika air dari Kali Gondang mendadak menyusup ke dalam rumah-rumah mereka. Ketinggian air sempat mencapai sekitar 50 sentimeter sehingga warga terpaksa bergotong-royong memindahkan barang-berharga ke tempat lebih tinggi.
Seiring air yang mulai berangsur surut, kondisi rumah masih menyisakan genangan lumpur dan sampah. “Baru hujan sebentar, langsung masuk ke pekarangan kami. Kasihan anak-anak ikut basah,” ujar seorang warga setempat, Warsini (47), sambil menunjuk bekas genangan di ruang tamu rumahnya. Banjir yang tiba secara mendadak itu memang memaksa warga setempat untuk sigap.
Pelaksana Harian Bupati Brebes, Wurja SE, bersama Kepala Dinperwaskim Dani Asmoro, UPTD Dinas Pekerjaan Umum Brebes, Camat Jatibarang Rade Andriana Younansyah, dan Kepala Desa segera meninjau lokasi terdampak. Wurja menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Brebes akan mempercepat normalisasi aliran Kali Gondang sambil terus berkoordinasi dengan pihak terkait seperti BPBD. “Alhamdulillah, saat ini air sudah mulai surut. Namun kami tetap mengimbau masyarakat agar tetap siaga dan berhati-hati, karena curah hujan masih tinggi,” katanya.
Sementara itu, Camat Rade Andriana menegaskan bahwa banjir di wilayah tersebut merupakan langganan tahunan ketika hujan deras mengguyur. “Kami terus pantau kondisi sungai dan memastikan warga dalam keadaan aman. Petugas juga siap membantu bila terjadi peningkatan debit air kembali,” ujarnya. Pemerintah kecamatan bersama relawan dan pemerintah desa telah mengidentifikasi saluran tersumbat dan tanggul yang butuh perawatan.
Menurut data permukaan dari BMKG, pada November 2025 wilayah Jawa Tengah bagian selatan — termasuk Kabupaten Brebes — diperkirakan mengalami curah hujan kategori tinggi hingga sangat tinggi.
Kondisi ini memperkuat prediksi bahwa debit aliran sungai dapat naik dengan cepat sehingga risiko luapan semakin tinggi.
Di sisi warga, kerisauan terhadap penanganan jangka panjang tampak nyata. “Kami harap pemerintah segera melakukan normalisasi sungai agar banjir tidak terus terulang,” kata Jumadi (55), petani di Dukuh Bayur. Ia menunjukkan aliran sungai yang mengalami pengikisan tebing dan tanggul yang sudah retak. Meski bantuan berupa nasi bungkus, sembako dan obat-obatan telah diserahkan oleh Pemkab Brebes melalui BPBD dan Dinas Sosial, kerusakan fisik dan bekas banjir masih menghantui.
Dengan air mulai menyusut tetapi ancaman hujan masih mengintai, warga serta pemerintah setempat diminta terus berjaga-jaga dan menjalin sinergi. Sebab, bagi Dukuh Bayur dan sekitarnya, luapan Kali Gondang bukanlah kejadian sekali saja — melainkan tantangan yang harus dihadapi setiap musim hujan. (Kun)

By

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *