Laporan: Fitriadi Prakoso
Brebes kembali bergerak. Senin siang di Pendopo, ketika sebagian daerah sibuk menata agenda akhir tahun, Kabupaten Brebes justru menekan tombol “upgrade system”. Sebanyak 23 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama resmi diputar posisinya, bersamaan dengan pengukuhan Kepala Unit Organisasi Bersifat Fungsional (UOBF) Puskesmas. Bagi Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, ini bukan seremoni rutin—melainkan penyetelan ulang mesin birokrasi agar melaju tanpa jeda.
Paramitha menegaskan sejak awal, pergeseran ini bukan sekadar memindah nama di pintu kantor. “Brebes sedang upgrade system,” ujarnya lantang, seolah menegaskan bahwa birokrasi hari ini tidak lagi cukup kalau hanya berjalan—harus lari kencang, tepat sasaran, dan terukur kinerjanya.
Ia tidak menutupi bahwa sebagian pejabat mungkin bertanya-tanya mengapa posisinya berubah. Namun jawabannya tegas: meritokrasi. Sejak 20 Februari 2025, Brebes menjalankan pola mutasi dan promosi berbasis evaluasi mendalam, bukan basa-basi. “Rotasi itu strategi, bukan hukuman,” katanya. Ada nada tegas, tapi juga ajakan untuk berlapang dada. Paramitha menekankan bahwa dalam pemerintahan, tidak ada jabatan yang tidak strategis, yang ada hanyalah pejabat yang gagal melihat peluang strategi di posisinya.
Dengan gaya khasnya yang lugas namun memompa adrenalin birokrat, Paramitha meminta setiap pejabat baru untuk langsung tancap gas. Kepala Dinas Lingkungan Hidup misalnya, ditantang memiliki peta mitigasi bencana yang matang. Kepala Dinas Pertanian harus siap dengan skema darurat setiap kali harga bawang bergejolak. “Dalam satu bulan harus sudah ada terobosan. Tidak ada waktu pemanasan,” tegasnya.
Kepada para dokter, perawat, dan penyuluh yang kini memimpin UOBF Puskesmas, Paramitha memberi pesan yang sama pentingnya: jadilah wajah terdepan pelayanan kesehatan. Stunting, gizi buruk, dan edukasi hidup sehat bukan lagi agenda tahunan—melainkan pekerjaan harian yang memengaruhi wajah Brebes di mata masyarakat.
Di balik deretan nama pejabat yang bergeser, ada pesan tunggal: birokrasi Brebes sedang mengencangkan sepatu lari. Dengan perubahan struktur ini, Bupati mengharapkan setiap dinas memiliki ritme baru—lebih adaptif, lebih responsif, dan lebih dekat dengan kebutuhan warga.
Berikut 23 pejabat eselon II yang diproyeksikan mengisi formasi percepatan pembangunan Brebes:
- Drs. Budhi Darmawan, M.Si – Kepala BPBD
- Drs. Nur Ari Haris Yuswanto, M.Si – Kepala Dinas Perhubungan
- Drs. Apriyanto Sudarmoko – Inspektur Daerah
- Dra. Tety Yuliana, M.Pd – Kepala Bappelitbangda
- Dr. Moh Syamsul Haris, S.H, M.H – Kepala BKPSDM
- Caridah, M.Pd – Kepala Satpol PP
- Sutaryono, SH, M.Si – Kepala Disdikpora
- Dani Asmoro, ST, MT – Kepala Dinas PU
- Laode Vindar Aris Nugroho, AP, M.Si – Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman
- Mochamad Sodiq, S.STP, M.Si – Kepala DLH
- Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes – Asisten Ekbang
- Anna Dwi Rahayuning Rizky, ST, MT – Kepala Bapenda
- Subandi, SE, M.Si – Asisten Pemerintahan dan Kesra
- Drs. Khaerul Abidin, MM – Kepala Dinkop UM dan Perdagangan
- Sumarno, S.Pd, M.Si – Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik
- Untung Rizaludin, SE – Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan
- Ir. Mohamad Furqon Amperawan, M.P – Asisten Administrasi Umum
- Dr. Warsito Ekoputro, S.Sos, M.Si – Kepala Dinkominfo
- Abdul Majid, S.T, M.T – Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan
- Moh. Zuhdan Fanani, SH – Kepala Dinas PSDA dan Penataan Ruang
- Drs. Eko Supriyanto, M.Si – Kepala Dinas Perikanan
- Supriyadi, S.Sos – Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM
- Drs. Edy Kusmartono, M.Si – Kepala BPKAD
Selain itu, dilantik pula 9 pejabat administrator dan pengawas, serta 28 Kepala UOBF Puskesmas sebagai garda pelayanan kesehatan.
Brebes sedang memulai babak baru—dan kali ini, mesin birokrasinya sudah disetel untuk lari lebih jauh, lebih cepat, dan lebih presisi. (Kun)

